Hairul Anwar misalnya, salahsatu tim kemenangan pasangan calon bupati dan wakil bupati Fatah Jasin - Ali Fikri. Dalam pandangannya, Hairul melihat politik uang tidak lantas bisa secara final merauk suara kemenangan.
Dia mengatakan, politik uang bukan sebagian dari strategi. Melainkan kedermawanan dari sang calon untuk memberikan separuh rezekinya pada masyarakat.
"Kalau memberikan sembako, uang, dan lainnya pada masyarakat, itu tidak lantas disebut politik uang. Bisa saja mereka ber-sedakoh. Masyarakat boleh mengambil atau tidak," kata Hairul pada media ini, Jumat (31/7).
Dia menilai, yang disebut dengan money politic yakni seseorang bersifat membujuk untuk mendapatkan suara dengan cara memaksa dengan tertuang ada angka nominal didalamnya.