Seperti salah satu pekerjaan ADD yang berupa TPT di Dusun Glugur, Desa Kodik, Kecamatan Proppo, dengan volume pekerjaan 503 meter dan anggaran sebesar Rp 221.343.000 sudah terpantau hancur oleh Lebaga Swadaya Masyarakat (LSM) Peran Rakyat Indonesia Mengawasi Anggaran (PRIMA).


Ketua LSM PRIMA Slamet Riyadi mengemukakan dugaannya terkait hancurnya proyek ADD tersebut. "Saya menduga proyek ini hancur bukan karena bencana alam dikarenakan sama sekali tidak ada penampakan bencana alam di daerah ini. Yang memungkinkan pekerjaan proyek ini memang dilaksanakan dengan asal-asalan," ujar Slamet, Sabtu (27/4/19).


"Ditambah lagi dari reruntuhan ini sangat nampak pondasi proyek ini tidak ditanam, atau dengan kata lain hanya di letakkan di atas tanah tanpa digali terlebih dahulu," imbuhnya.


"Dan mirisnya ini adalah proyek TPT (Tembok Penahan Tanah) yang seharusnya mempunyai ketebalan sekitar 40 cm dari pondasi hingga atas namun kenyataannya bisa dilihat bahwa hanya bagian atasnya saja yang sekitar 40 cm," rincinya.