![]() |
| Foto : Puskesmas Batu Lenger tampak dari depan |
SAMPANG, (Beritama.id) - Ditengah semakin mewabahnya virus corona, Pemerintah terus berupaya memutus rantai penyebarannya. Hal tersebut juga tidak lepas dari tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam penanganan covid-19 tersebut.
Namun berbeda dengan yang ada di Puskesmas Batu Lenger Sokobanah Sampang, terbaru, Kepala Puskesmas di Batu Lenger itu baru saja menggugurkan atau menon aktifkan lima tenaga medisnya yang kesemuanya tersebut merupakan perawat yang sukwan di lingkup Puskesmas Batu Lenger.
Baca Juga:Oknum Suporter Bawa Softgan Diamankan Petugas Jelang Laga Persebaya Surabaya VS Madura United
Diberitakan sebelumnya, akibat penon aktifan lima orang tersebut membuat kurang lebih 16 tenaga medis melakukan aksi solidaritas dengan mogok kerja mulai tanggal (14/04/2020) kemarin.
Dalam pengakuan mereka, menguak bahwa Kepala Puskesmas Batu Lenger dan Penanggung Jawab (PJ) rawat inap membuat keputusan secara sepihak dan semena-mena.
Baca Juga:PT. AAB Bersama Kades Waru Barat Gandeng Kades Sukaasih Tasikmalaya Menciptakan Peluang Kerja
“Tanpa adanya surat peringatan sebelumya, baik lisan maupun tertulis kami langsung di non aktifkan,” kata MH.
Sementara itu, PJ rawat inap Puskesmas Batu Lenger saat dimintai keterang oleh media ini mengaku kalau keputusan tersebut sudah sesuai dengan perintah pimpinannya yakni Kepala Puskesmas.
Baca Juga:Kades Gersik Putih Dinilai Ambisius Bangun Tambak Garam Hingga Tangisan Warga Pecah, Demi Apa?
“Sdh ada koordinasi, krn kebijakan itu atas printah kapus, saya hanya melaksanakan tugas,” kata Reno melalui pesan Whatsappnya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Batu Lenger, dr. Karno saat dihubungi dalam dua hari ini terksesan lari dari media. Beberapa kali media ini coba menghubungi via telepon selulernya tidak di angkat, begitupun dengan chat Whatsappnya juga tidak dibalas.
Saat dikonfirmasi Plt Kadis Kesehatan Sampang Agus Mulyadi mengatakan, untuk terkait itu silahkan hubungi dr yuliono.
Saat dihubungi dr Yuliono mengatakan, pihaknya Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang akan memediasi untuk mencari jalan keluar penyelesian sampai ada titik temu dan clear permasalahan ini.
"Puskesmas adalah tempat layanan masyarakat, jika pelayanan kesehatan terganggu akibat mogok kerja tenaga kesehatan itu berakibat pada masyarakat. Apalagi saat ini kita berupaya menangkal Covid - 19,"terangnya.
Baca Juga:Jaga Tali Silaturahmi, Camat Banyuates Gelar Senam Bersama dan Berikan Pelayanan Kesehatan Gratis
Pelayanan rawat inap tetap ada di Puskesmas Batulenger, karena itu bagian dari pelayanan masyarakat.
"Dinas Kesehatan sampang akan memediasi permasalahan tersebut agar cepat ada jalan keluar yang terbaik dari ke dua belah pihak. Jangan sampai terganggu pelayanan kesehatan di Puskesmas Batulenger akibat permasalahan tersebut,"pungkasnya.
Reporter : Muslim
Publishare : Marul
Reporter : Muslim
Publishare : Marul
