Scroll untuk melanjutkan membaca
Peristiwa

Pria di Sumenep ini Culik Anak di Bawah Umur Lalu Diperkosa

Avatar
×

Pria di Sumenep ini Culik Anak di Bawah Umur Lalu Diperkosa

Sebarkan artikel ini
Tersangka persetubuhan dan pencabulan anak di bawah umur saat diamankan anggota Polres Sumenep. (Kasubbag Humas Polres Sumenep)

SUMENEP, MaduraPost – Anak di bawah umur di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menjadi korban perbuatan yang dilakukan dengan secara paksa (Rudapaksa). Selasa, 26 Juli 2022.

Insiden pilu ini dilakukan oleh pria itu berinisial ZT (46), warga Dusun Tambak, Desa Jambu, Kecamatan Lenteng. Kini, ZT telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Sumenep.

advertisement
Scroll untuk melanjutkan membaca

Tersangka ZT diciduk polisi usai melakukan rudapaksa terhadap seorang anak berusia 11 tahun.

Kassubag Humas Polres Sumenep, AKP Widarti mengungkapkan, Kronologis persetubuhan dan pencabulan tersebut anak di bawah umur tersebut berawal saat tersangka ZT sedang mengendarai mobil Suzuki Ertiga warna putih Nopol M 1545 TA.

Baca Juga :  Jual Tabung ke Sumenep, Agen LPG di Pamekasan Dilaporkan ke Polisi¬†

Saat itu, tersangka ZT melihat korban seorang diri. Di mana, korban hendak menyeberang dari simpang Jalan Raya Pakandangan Barat, Kecamatan Bluto.

“Jadi, begitu melihat korban. Tersangka menghentikan mobilnya dan korban langsung dimasukkan ke dalam mobilnya. Seperti penculikan gitu,” kata Widiarti mengungkapkan, Selasa (26/7).

Diketahui, tersangka ZT membawa korban ke rumahnya dan melampiaskan birahinya. Kemudian, tersangka ZT meninggalkan korban sendirian di dalam kamarnya.

Baca Juga :  Jalan Akses Kabupaten yang Amblas Semakin Parah, Begini Respon Bupati Sampang

“Korban dan terlapor tidak saling kenal, korban sewaktu di dalam mobil dikasih uang sebesar Rp 50.000 dan kalau mau akan ditambah Rp 1.000.000. Selanjutnya korban disetubuhi dirumahnya,” terangnya.

Merasa ada waktu luang, korban langsung melarikan diri dari rumah tersangka ZT. Korban lalu ditemukan menangis oleh warga berinisial S di dekat sebuah warung di wilayah Kecamatan Lenteng.

“Pada saat lepas dari pengawasan tersangka, korban langsung melarikan diri. Saat di evakuasi warga, korban sempat bercerita sama warga tentang kejadian yang dialami,” kata Widiarti menerangkan.

Baca Juga :  BREAKING NEWS, Akibat Tertimbun Longsor, 5 Orang Santri di Ponpes Annidhamiyah Pasean Meninggal

Melihat insiden yang menimpa anak di bawah umur ini (sebut saja Bunga), seketika warga membawanya ke aparat Desa Daramista, Kecamatan Lenteng.

“Kemudian aparat desa menghubungi pihak kami (kepolisian),” jelasnya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya itu, kini tersangka ZT dijerat Pasal 81 ayat 1, 2, dan Pasal 82 ayat 1 jo pasal 76 huruf e UU RI No 17 Tahun 2016 atas perubahan UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak.

“Ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun dan denda 5 miliar,” tandasnya.

Baca berita lainnya di Google News atau langsung ke halaman Indeks

Konten di bawah ini disajikan oleh advertnative. Redaksi Madura Post tidak terlibat dalam materi konten ini.