Bupati Fauzi : Baju Kades yang Menjabat Dua Periode ‘Sudah Kecil’

  • Bagikan
PELANTIKAN : 88 Kades dilantik di Pendopo Agung Keraton Sumenep. (Diskominfo Sumenep)

SUMENEP, MaduraPost – Puluhan Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, telah di lantik hari ini. Kamis, 16 Desember 2021.

Para Kades di Sumenep dilantik langsung oleh Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, di Pendopo Agung Keraton Sumenep.

“Kita wajib bersyukur karena pelaksanaan Pilkades serentak tahun 2021 berjalan sukses, aman, dan lancar tanpa halangan apapun,” kata Bupati Fauzi, saat sambutan di hadapan para Kades terlantik, Kamis (16/12).

Menurutnya, hal ini perlu diapresiasi dan dipertahankan di masa mendatang. Jika prosesnya baik, kata dia, hasilnya pun pasti semakin baik dan berkualitas.

Bupati Fauzi mengatakan, setiap masalah di desa hendaknya bisa diselesaikan dengan baik, demi membangun Kabupaten Sumenep.

Pihaknya mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah ikut menyukseskan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) tahun 2021 atau pesta demokrasi tingkat desa tahun ini.

Meski pelantikan Kades tidak bisa dilakukan secara bersama-sama atau dibagi menjadi dua tahap, Bupati Fauzi mengatakan, jika hal itu dilaksanakan karena memperhatikan masa pandemi, guna menghindari kerumunan massa yang bisa menimbulkan resiko penularan Covid-19.

BACA JUGA :  Tersendat Blangko, 70 Ribu Keping Akan di Ajukan Tahun 2020

“Tidak ada maksud apapun dibalik semua ini, semoga pelantikan ini tidak mengurangi makna kesakralan pengambilan sumpah Kades hari ini,” kata Bupati Fauzi dengan imbauannya.

Pilkades serentak tahun 2021 di Kabupaten Sumenep sudah melewati bermacam dinamika. Utamanya dalam hal pelaksanaan yang mengalami pengunduran karena mengacu pada surat Intruksi Kementerian Dalam Negeri (Imendagri), dua hari sebelum Pilkades dilaksanakan.

Meski begitu, Pilkades serentak tahun 2021 di Sumenep tetap dilaksanakan bersama. Para Kepala Desa (Kades) yang sudah dilantik hari ini bisa disaksikan bersama pula.

“Saya yakin bahwa Bapak dan Ibu yang terpilih sebagai Kades adalah orang-orang terbaik di desa masing-masing, sehingga tertancap harapan masyarakat untuk membawa kemajuan di desa,” tutur Bupati Fauzi.

BACA JUGA :  Imbauan Disdik Sumenep Soal Kewaspadaan Penculikan Anak Meresahkan

Bupati Fauzi menjelaskan, tugas seorang Kades sangatlah berat, apalagi bagi Kades yang sudah selesai dilantik. Dibandingkan dengan Kades yang sudah dua periode menjabat, pastinya baju yang dikenakan ‘Sudah Kecil’.

Pihaknya berharap, Kades wajib melaksanakan program pembangunan, pembinaan, dan pemberdayaan masyarakat desa. Artinya, seluruh yang berkaitan dengan persoalan desa menjadi sepenuhnya diayomi seorang Kades demi melayani masyarakat.

Dalam undang-undang desa disebutkan ada kewajiban dan larangan untuk Kades. Artinya, menjadi seorang Kades bukanlah tugas yang ringan. Ada batasan-batasan yang harus diperhatikan dengan seksama, sehingga perlu dan penting para Kades membangun aturan perundangan-undangan yang ada.

Setiap tindak kebijakan harus benar-benar diperhatikan aspek hukumnya. Oleh karena itu, semua Kades di Sumenep wajib berkoordinasi dengan Dinas terkait yang membawahi para Kades, dalam hal ini Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD).

“Silahkan koordinasi apa yang menjadi kebijakan strategis, dan kebijakan yang diharapkan agar tidak melanggar aspek-aspek hukum,” kata Bupati Fauzi menguraikan.

BACA JUGA :  PJJ Untuk Siswa Dinilai Kurang Efektif Jika Kembali Diterapkan di Sumenep

Bupati Fauzi berharap agar Kades tidak melangkah sendiri. Secara garis struktural para Kades bisa berkoordinasi dengan Camat masing-masing, sebelum akhirnya berkoordinasi dengan pejabat penting Pemkab Sumenep.

Bupati Sumenep menyebut, ada beberapa kejadian problema Kades di Sumenep yang akhirnya masuk pada Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Disamping itu, Bupati Fauzi mengimbau, adanya tim penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) bisa bersosialisasi dari aspek sosial kepada masyarakat.

“Khususnya hubungan dengan masyarakat,” kata Bupati Fauzi dalam imbauannya.

Menjadi seorang Kades, sambung Bupati Fauzi, bukan lantas banyak mencari keuntungan. Lebih-lebih harus mampu mengaktifkan desa demi menopang kemajuan Kabupaten Sumenep.

Kades harus menjadi inspirator bukan diktator. Kades diminta mampu menyatukan semua elemen yang mendukung ataupun tidak mendukung, sebagai tujuan kondusifitas keberadaan desa masing-masing.

  • Bagikan