Lima Pesan Bupati Fauzi Untuk Enam Tahun Kepemimpinan Kades di Sumenep

  • Bagikan
PELANTIKAN : Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, saat melantik 88 Kades di Pendopo Agung Keraton Sumenep. (Diskominfo Sumenep)

SUMENEP, MaduraPost – Bupati Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, berikan lima pesan edukasi, motivasi dan perintah tegas kepada 88 Kepala Desa (Kades) yang sudah resmi dilantik hari ini, Kamis 16 Desember 2021.

Lima pesan ini diberikan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, agar ke depan bisa membangun desa lebih baik, maju dan mandiri.

Beberapa hal yang ditegaskan Bupati Fauzi, meliputi :

Pertama, mengintruksikan para Kades agar menghidupkan kembali Balai Desa.

Balai Desa manjadi pusat pelayanan publik. Seyogyanya, kata dia, jika salah satu desa di Sumenep belum memiliki Balai Desa, segera berkoordinasi dengan dinas terkait.

“Tujuannya, agar mencari solusi dan ada Balai Desanya,” kata Bupati Fauzi dalam sambutannya di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Kamis (16/12).

BACA JUGA :  Usai Audiensi, Pelaku Tambang Apresiasi Langkah Bupati Pamekasan

Kedua, seorang Kades harus belajar regulasi peraturan perundangan-undangan tentang desa. Semakin besar anggaran desa yang diterima dari Dana Desa (DD), maka semakin besar resikonya.

Tujuannya, agar memperhatikan aspek hukum demi bisa bergerak apabila adanya kasus hukum.

Ketiga, pandemi Covid-19 masih belum berakhir. Bupati Fauzi mangaku, banyak melihat masyarakat di desa sudah tidak memakai masker lagi.

Menurut laporan yang diterimanya dari Kepolisian Resort (Polres) dan Komando Distrik Militer (Kodim) 0827 Sumenep, masih banyak masyarakat lalai terapkan protokol kesehatan (Prokes).

“Hati-hati, pandemi masih belum berakhir,” kata Bupati Fauzi dengan tegas.

Seorang Kades, kata Fauzi memaparkan, wajib mendorong masyarakatnya untuk patuh Prokes Covid-19. Dia mengimbau, agar masyarakat bisa berhati-hati jika ada gelombang Covid-19 berikutnya.

BACA JUGA :  Kasak Kusuk Rapat Kerja Pemkab Sumenep di Kota Batu Malang, Kenapa Harus di Luar Kota ?

Selain itu, tahapan vaksinasi di desa terus di dorong, agar masyarakat bisa mendapatkan Herd Immunity (Kekebalan kelompok).

Keempat, Kades terpilih harus mulai membangun konsep dalam upaya membangun desanya, agar menjadi desa yang maju dan mandiri.

Di Kabupaten Sumenep sendiri, ada salah satu desa mandiri, yaitu Desa Lobuk, Kecamatan Bluto. Dimana, para Kades bisa studi banding (kunjungan) ke desa tersebut bagaimana menjadi desa yang mandiri.

“Bisa belajar ke Kades Lobuk. Kenapa kok desanya bisa mandiri. Itu cara mudah,” kata Bupati Fauzi menambahkan.

Menurutnya, hal ini menjadi model untuk proses Kades agar bisa menjadi desa mandiri.

Kelima, keterkaitan dengan struktural administrasi. Para Kades wajib terus berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep.

BACA JUGA :  Jaga Tali Silaturahmi, Camat Banyuates Gelar Senam Bersama dan Berikan Pelayanan Kesehatan Gratis

Bupati Fauzi menuturkan, para Kades jangan berkoordinasi ketika hanya ada masalah ke dinas terkait.

Misalnya saja, ada sebuah kasus seorang Kades yang tiba-tiba memberhentikan perangkatnya secara sepihak. Lalu mengeluarkan peraturan desa.

“Ini tolong diingat, koordinasi terkait hal-hal kebijakan. Semua itu kebijakan para Kades tentu memperhatikan tiga aspek agar desanya maju, yakni aspek hukum, sosial, dan ekonomi,” kata Fauzi mengingatkan.

Dari tiga aspek tersebut, kata dia, akan menjadi tujuan dan pegangan agar Kades benar-benar mampu membawa desanya lebih maju dan mandiri.

Tentu, seiring dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Sumenep. Kaitannya dengan pelayanan publik yang lebih maju ke depan.

  • Bagikan