Namun, ketika wartawan meminta kepastian apakah perdamaian itu memiliki bukti tertulis, Zainal tidak dapat memastikannya.

"Yang saya dapat kemarin kan teman-teman Komisi IV sudah menyampaikan seperti itu," ujarnya.

Bahkan, ia meminta wartawan menanyakan langsung kepada pihak rumah sakit mengenai dokumen kesepakatan tersebut.

"Kalau misalnya mau tanya itu tertulis atau tidak, ya tanyakan ke pihak RS BHC, bukan ke saya," katanya.

Wawancara itu sebenarnya bisa saja berakhir dengan pertanyaan yang belum terjawab. Tetapi, ada satu kalimat Zainal yang kemudian membuat percakapan tersebut memiliki cerita berbeda.

Di penghujung wawancara, ia melontarkan ungkapan dalam bahasa Madura yang menyebut nama Said Abdullah.

"Atanya ka sengko' ban le', daggi' sengko' egigiri Said," ucap Zainal.

Dalam bahasa Indonesia, kalimat itu kurang lebih berarti, "Kok tanya kepada saya, dik? nanti saya dimarahi Said."

Tidak diketahui secara pasti apakah ungkapan tersebut sekadar guyonan, bentuk kecemasan, atau hanya seloroh spontan untuk mengakhiri percakapan. Namun, nama yang disebut bukan sosok sembarangan dalam peta politik Madura.