Karena itu, dugaan mengenai perdamaian tersebut belum dapat diperlakukan sebagai fakta yang terkonfirmasi.

Fauzi kemudian meminta wartawan menunggu perkembangan berikutnya. Ia kembali menyinggung rencana santunan sekaligus pentingnya mengetahui penyebab kematian pasien.

“Ya nanti tunggu saja, berarti kan tetap akan diberikan itu. Selama sudah ada perdamaian pasti diberikan apa yang penyebab misalnya matinya seperti apa gitu, karena apa gitu,” katanya.

Nama Dayat Disebut dalam Guyonan

Setelah wawancara resmi dengan wartawan berakhir, Fauzi sempat melontarkan guyonan dengan menyebut nama Dayat ketika menyinggung persoalan RS BHC Sumenep.

“Nggak selesai urusan BHC ini, percuma ada Dayat,” ucapnya sembari tertawa bersama sejumlah wartawan di lokasi.

Disclaimer Redaksi: Penyebutan nama Dayat tersebut merupakan bagian dari guyonan Bupati Sumenep setelah sesi wawancara resmi dengan wartawan selesai. Ucapan itu bukan bagian dari pernyataan resmi Bupati mengenai penanganan kasus kematian Dani. Redaksi tidak bermaksud menyiratkan adanya keterlibatan Dayat dalam persoalan RS BHC Sumenep. Identitas, kapasitas, maupun kaitan nama tersebut dengan kasus ini tidak menjadi kesimpulan dalam pemberitaan.

Sementara itu, substansi persoalan yang masih membutuhkan kejelasan adalah penanganan medis terhadap Dani sebelum meninggal dunia.

Penjelasan mengenai tindakan yang diberikan kepada pasien, hasil evaluasi pihak berwenang, serta kemungkinan adanya kesepakatan antara keluarga dan rumah sakit tetap memerlukan konfirmasi dari pihak-pihak terkait.