“Hari ini akan bergerak, akan dipertanyakan untuk monitoring ke BHC, apa yang sebenarnya terjadi,” ujarnya.

Fauzi juga mengatakan pemerintah daerah akan mencari informasi dari keluarga korban, termasuk mengenai kemungkinan adanya kesepakatan dengan rumah sakit.

“Kedua, kita tanya juga dari keluarga bagaimana, apakah sudah ada perdamaian dan sebagainya, kita kan juga harus tahu juga,” katanya.

Ia mengaku belum mengetahui adanya pengaduan tertulis dari keluarga kepada pemerintah daerah. Menurutnya, dalam sejumlah kasus sebelumnya, keluarga biasanya menyampaikan keberatan melalui surat resmi.

“Biasanya, seperti kasus-kasus sebelumnya itu biasanya ada surat ke pemerintah daerah,” tuturnya.

Ketika wartawan kembali menegaskan bahwa keluarga masih membutuhkan penjelasan medis, Fauzi kembali mengaitkan persoalan itu dengan kemungkinan adanya kesepakatan antara keluarga dan pihak rumah sakit.

“Ya, biasanya, berarti ini kan jangan-jangan sudah ada perdamaian antara pihak rumah sakit dengan keluarga korban,” ujarnya.

“Mungkin pasti ada sesuatu yang sudah menerima,” kata Fauzi menambahkan.

Namun, pernyataan tersebut belum disertai keterangan yang memastikan adanya perdamaian. Hingga berita ini ditulis, belum ada konfirmasi langsung dari keluarga yang membenarkan bahwa mereka telah mencapai kesepakatan dengan RS BHC.