SUMENEP, MaduraPost - Layanan otomotif berbasis profesionalisme dan nilai syariah resmi hadir di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. N1 Autopro menggelar grand launching di kantor utama, Jalan Trunojoyo, Desa Gedungan, Kecamatan Batuan, tepat di depan Kantor Agama sisi timur jalan, Senin (31/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi penanda dimulainya pengembangan N1 Autopro secara lebih luas setelah sebelumnya menjalankan layanan OM Services dan program sosial “Mobil Baik”.

Sejumlah pihak hadir dalam agenda tersebut, di antaranya Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, Founder & CEO N1 Autopro Muhammad Nelwan Fasha, Branch Manager N1 Autopro Aziz Holis, Ketua Komunitas Tabur Baik, jajaran manajemen dan tim N1 Autopro, komunitas otomotif Sumenep, mitra bengkel, tenaga teknis, serta awak media.

Dalam rangkaian acara, Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo yang diwakili Staf Ahli Bupati Sumenep Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Dedi Falahuddin, memberikan sambutan sekaligus arahan.

Kegiatan dilanjutkan dengan seremoni cut-the-ribbon dan flag-off “Mobil Baik”, pengalaman fasilitas robotic carwash, konferensi pers, penandatanganan nota kesepahaman dengan mitra bengkel, hingga pertemuan dengan komunitas otomotif.

Branch Manager N1 Autopro, Aziz Holis mengatakan, kehadiran N1 Autopro di Sumenep tidak semata-mata berorientasi pada bisnis. Pihaknya sengaja melibatkan pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat karena ingin memastikan keberadaan perusahaan memberikan manfaat sosial.

“Kenapa kita mengundang para pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep, sebab kita tidak hanya berbicara soal bisnis tapi kita memiliki nilai sosial seperti peluncuran ‘Mobil Baik’,” kata Aziz dalam konferensi pers bersama awak media, Senin siang di Sumenep.

Menurut dia, program “Mobil Baik” merupakan bentuk layanan sosial yang disiapkan untuk membantu pemilik kendaraan ketika mengalami kondisi darurat di perjalanan.

“‘Mobil Baik’ ini adalah satu cara kami untuk menolong kendaraan-kendaraan ketika butuh pertolongan darurat,” ujarnya.

Selain layanan darurat, N1 Autopro juga menyiapkan program pemberdayaan pelajar. Perusahaan tersebut menjalin kerja sama dengan sekolah tingkat SMA/SMK sederajat untuk memberikan ruang belajar sekaligus peluang pengembangan keterampilan otomotif.

“Kemudian kita juga bekerja sama dengan sekolah SMA/SMK sederajat, tujuannya, kami ingin memberdayakan mereka agar lebih baik. Itu adalah salah satu kebermanfaatan bagi masyarakat,” tutur Aziz.

Dorong Ketaatan Aturan

Aziz menegaskan, N1 Autopro juga berupaya menjalankan kegiatan usaha dengan memperhatikan aspek legalitas dan kepatuhan terhadap aturan.

“Kami sediakan plang Sertifikat Laik Fungsi (SLF), kami sangat taat aturan. Contohnya saja gedung ini yang sudah memiliki SLF, ada Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun),” katanya.

N1 Autopro, lanjut dia, juga menggandeng Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Sumenep sebagai bagian dari upaya pengembangan bisnis sekaligus membangun ekosistem usaha yang memberikan dampak bagi masyarakat lokal.

Aziz menyebut seluruh layanan dan informasi mengenai N1 Autopro dapat diakses melalui situs resmi perusahaan.

“Di website resmi kami bisa di-check, semuanya ada layanannya di situ,” terangnya.

Perusahaan yang didirikan pada 2025 itu lahir dari gagasan putra daerah Sumenep, Muhammad Nelwan Fasha. Kehadirannya berangkat dari keresahan terhadap terbatasnya layanan otomotif profesional di daerah, sehingga masyarakat kerap harus pergi ke kota besar seperti Surabaya untuk mendapatkan layanan kendaraan yang dianggap sesuai standar.

Kini, N1 Autopro menargetkan pengembangan jaringan tidak hanya di Sumenep, tetapi juga mencakup wilayah Madura hingga Surabaya.

“Kita juga rencanakan untuk masuk ke wilayah Surabaya. Karena pembanding kita yakni brand besar, saya sebut saja Auto2000, kami ingin seperti mereka nantinya. Kami datang dari lokal dengan prinsip syariah,” kata Aziz.

Menurutnya, pengembangan jaringan juga dilakukan melalui konsep N1 Autopartner, yakni kerja sama dengan bengkel-bengkel lain. Konsep tersebut mengedepankan kolaborasi ketimbang persaingan.

“Kita punya N1 Autopartner, ini dalam bentuk kerja sama dengan mitra yang lain, dengan bengkel-bengkel yang lain, berkolaborasi, bukan bermusuhan, bukan berkompetisi tapi kita saling mengisi (berpartner, red), dan sekarang sudah masuk Pamekasan,” tuturnya.

Siapkan N1 Training Center

Tak berhenti pada layanan otomotif, N1 Autopro juga tengah menyiapkan lembaga pendidikan dan pelatihan melalui konsep N1 Training Center.

Aziz mengatakan, program tersebut diarahkan untuk menghasilkan tenaga terampil yang tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga memiliki kemampuan praktis sehingga lebih siap masuk ke dunia kerja.

“Kami juga merancang trainer-trainer yaitu membuat lembaga pendidikan sebagai edukasi kepada masyarakat yang kita langsung benar-benar aplikatif. Tujuannya, agar mereka langsung bisa bekerja,” jelasnya.

Ia berharap keberadaan lembaga tersebut nantinya dapat membuka peluang bagi siswa untuk memperoleh pengalaman sekaligus pemasukan.

“Kita juga saat ini mengkonsep N1 Training Center. Saya berharap, para siswa-siswi itu mendapatkan pemasukan juga. Jadi statusnya kita akan punya lembaga sendiri,” imbuhnya.

Aziz menambahkan, pada tahap awal N1 Autopro memang menggunakan tenaga profesional dari luar. Namun, secara bertahap perusahaan mulai merekrut tenaga lokal Sumenep.

“Di N1 Autopro di awal kita mengambil tenaga profesional dari luar sehingga diharapkan bisa berdampak untuk Sumenep. Kini, kita merekrut tenaga-tenaga lokalnya hingga ke depan tenaga lokal yang muncul duluan,” katanya.

Bisnis dengan Prinsip Syariah

Sementara itu, Founder & CEO N1 Autopro, Muhammad Nelwan Fasha, menegaskan bahwa nilai syariah menjadi pembeda utama perusahaan yang dibangunnya.

“Yang menjadi pembeda di kami adalah nilai syariahnya. Di situ yang memang tanggung jawab saya berat, karena di situ ada satu saja yang tidak sesuai dengan prinsip syariah, sama saja saya menjilat ludah sendiri,” kata Nelwan.

Ia menjelaskan, konsep bisnis N1 Autopro dibangun agar konsumen dan mitra sama-sama memperoleh manfaat.

“Yang kita usung ini adalah konsep bagaimana bisnis kita, mulai dari konsumen dan mitra kita sama-sama untung,” ujarnya.

Menurut Nelwan, kehadiran N1 Autopro juga diharapkan dapat menjadi alternatif bagi masyarakat Sumenep agar tidak perlu pergi jauh ke Surabaya hanya untuk mendapatkan layanan otomotif profesional.

“Artinya customer terlayani dengan maksimal dan sesuai dengan yang kita sediakan, hasilnya memuaskan bagi mereka,” ucapnya.

Ia menegaskan, prinsip yang dibawa N1 Autopro tidak hanya berbicara tentang kualitas layanan, tetapi juga kepatuhan terhadap nilai agama.

“Tagline kita itu kepuasan adalah segalanya. Ketaatan kepada Allah dan rasulnya tidak bisa dinego,” ungkap Nelwan.

Untuk mendukung komitmen tersebut, N1 Autopro juga menyediakan musala yang cukup luas di area fasilitas. Tempat ibadah itu diproyeksikan dapat digunakan untuk kegiatan keagamaan, termasuk salat berjamaah dan program mengaji maupun tilawah.

“Jadi itu bentuk komitmen saya sebetulnya untuk menjaga, terutama dari internal dulu yang kita menjaga salatnya. Kita bisa ada program ngaji juga, kita ada program tilawah,” katanya.

Nelwan berharap N1 Autopro dapat berkembang menjadi sebuah ekosistem otomotif yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memperkuat sumber daya manusia dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kami harap adanya N1 Autopro ini di Sumenep menjadi wadah dan ekosistem final untuk orang-orang yang karakternya sesuai dengan prinsip kita,” pungkasnya.

Hadirkan Konsep Lokal Menuju Ekspansi

N1 Autopro didirikan pada 2025 di Sumenep dengan membawa identitas sebagai perusahaan otomotif lokal yang ingin tumbuh melalui perpaduan manajemen profesional dan prinsip syariah.

Nama N1 merupakan identitas yang diambil dari nama pendirinya, Nelwan, sekaligus merepresentasikan semangat menjadi Number One. Sementara “Autopro” menegaskan fokus perusahaan pada layanan otomotif profesional.

Setelah grand launching di Sumenep, N1 Autopro menargetkan pengembangan jaringan ke berbagai wilayah. Konsep kemitraan melalui N1 Autopartner menjadi salah satu strategi yang telah mulai dijalankan, termasuk di Kabupaten Pamekasan.

Dengan peluncuran tersebut, N1 Autopro ingin menempatkan diri bukan sekadar sebagai bengkel atau penyedia jasa otomotif, melainkan sebagai bagian dari ekosistem yang menggabungkan layanan kendaraan, pemberdayaan SDM, kemitraan, pendidikan, dan kegiatan sosial.***