Selain layanan darurat, N1 Autopro juga menyiapkan program pemberdayaan pelajar. Perusahaan tersebut menjalin kerja sama dengan sekolah tingkat SMA/SMK sederajat untuk memberikan ruang belajar sekaligus peluang pengembangan keterampilan otomotif.
“Kemudian kita juga bekerja sama dengan sekolah SMA/SMK sederajat, tujuannya, kami ingin memberdayakan mereka agar lebih baik. Itu adalah salah satu kebermanfaatan bagi masyarakat,” tutur Aziz.
Dorong Ketaatan Aturan
Aziz menegaskan, N1 Autopro juga berupaya menjalankan kegiatan usaha dengan memperhatikan aspek legalitas dan kepatuhan terhadap aturan.
“Kami sediakan plang Sertifikat Laik Fungsi (SLF), kami sangat taat aturan. Contohnya saja gedung ini yang sudah memiliki SLF, ada Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun),” katanya.
N1 Autopro, lanjut dia, juga menggandeng Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Sumenep sebagai bagian dari upaya pengembangan bisnis sekaligus membangun ekosistem usaha yang memberikan dampak bagi masyarakat lokal.
Aziz menyebut seluruh layanan dan informasi mengenai N1 Autopro dapat diakses melalui situs resmi perusahaan.
“Di website resmi kami bisa di-check, semuanya ada layanannya di situ,” terangnya.
Perusahaan yang didirikan pada 2025 itu lahir dari gagasan putra daerah Sumenep, Muhammad Nelwan Fasha. Kehadirannya berangkat dari keresahan terhadap terbatasnya layanan otomotif profesional di daerah, sehingga masyarakat kerap harus pergi ke kota besar seperti Surabaya untuk mendapatkan layanan kendaraan yang dianggap sesuai standar.