“Kita juga saat ini mengkonsep N1 Training Center. Saya berharap, para siswa-siswi itu mendapatkan pemasukan juga. Jadi statusnya kita akan punya lembaga sendiri,” imbuhnya.

Aziz menambahkan, pada tahap awal N1 Autopro memang menggunakan tenaga profesional dari luar. Namun, secara bertahap perusahaan mulai merekrut tenaga lokal Sumenep.

“Di N1 Autopro di awal kita mengambil tenaga profesional dari luar sehingga diharapkan bisa berdampak untuk Sumenep. Kini, kita merekrut tenaga-tenaga lokalnya hingga ke depan tenaga lokal yang muncul duluan,” katanya.

Bisnis dengan Prinsip Syariah

Sementara itu, Founder & CEO N1 Autopro, Muhammad Nelwan Fasha, menegaskan bahwa nilai syariah menjadi pembeda utama perusahaan yang dibangunnya.

“Yang menjadi pembeda di kami adalah nilai syariahnya. Di situ yang memang tanggung jawab saya berat, karena di situ ada satu saja yang tidak sesuai dengan prinsip syariah, sama saja saya menjilat ludah sendiri,” kata Nelwan.

Ia menjelaskan, konsep bisnis N1 Autopro dibangun agar konsumen dan mitra sama-sama memperoleh manfaat.

“Yang kita usung ini adalah konsep bagaimana bisnis kita, mulai dari konsumen dan mitra kita sama-sama untung,” ujarnya.

Menurut Nelwan, kehadiran N1 Autopro juga diharapkan dapat menjadi alternatif bagi masyarakat Sumenep agar tidak perlu pergi jauh ke Surabaya hanya untuk mendapatkan layanan otomotif profesional.