“Setelah itu anaknya Sahrawi, Sandi, datang membawa celurit. Celurit itu langsung dikeluarkan dari sarungnya dan dibacokkan ke arah saya, tetapi tidak kena,” katanya.

Rusli menduga tindakan tersebut bukan sekadar keributan spontan. Ia mengaku merasa keselamatannya terancam dan menduga dirinya menjadi sasaran kekerasan yang telah direncanakan.

“Saya menduga itu sudah direncanakan. Saya merasa mereka memang mau membunuh saya,” ucapnya.

Keributan tersebut akhirnya berhasil dilerai setelah Mat Naji dan sejumlah warga yang kebetulan melintas di depan rumah turun tangan.

Namun, menurut Rusli, ancaman belum berhenti setelah keributan dilerai. Ia mengaku kembali mendapat ancaman serius dari kedua terlapor.

Rusli menyebut Sahrawi mengancam akan menyembelih dirinya, sedangkan Sandi diduga mengancam akan menembaknya.

“Awas, nanti kamu saya sembelih,” ujar Rusli menirukan ucapan yang diduga disampaikan Sahrawi.

“Kamu akan saya tembak,” kata Rusli, menirukan ucapan yang diduga disampaikan Sandi.

Merasa keselamatannya terancam, Rusli kemudian memilih menempuh jalur hukum dengan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Banyuates.