SUMENEP, MaduraPost - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, mempercepat agenda digitalisasi birokrasi melalui peluncuran Sistem Informasi Manajemen Terpadu Aparatur (SIMANTRA).
Platform ini dirancang untuk menyatukan berbagai layanan kepegawaian dalam satu sistem terpadu guna memudahkan aparatur sipil negara (ASN) mengakses kebutuhan administrasi secara lebih cepat dan praktis.
Kepala BKPSDM Kabupaten Sumenep, Benny Irawan menjelaskan, bahwa SIMANTRA menjadi salah satu langkah pembaruan yang dilakukan untuk meningkatkan mutu layanan kepegawaian sekaligus menyederhanakan proses birokrasi yang selama ini berjalan melalui berbagai aplikasi terpisah.
“SIMANTRA itu adalah upaya atau sebuah inovasi terobosan dari BKPSDM untuk memberikan pelayanan kepegawaian dalam satu single system. Harapannya pelayanan menjadi lebih terintegrasi dan mampu memangkas alur birokrasi yang sebelumnya masih menggunakan metode full paper menjadi paperless,” ujar Benny, Kamis (25/6).
Menurut Benny, kehadiran SIMANTRA tidak hanya bertujuan mempercepat pelayanan, tetapi juga menjadi solusi bagi ASN yang bertugas di wilayah kepulauan.
Dengan sistem berbasis digital, pegawai tidak perlu lagi datang langsung ke kantor BKPSDM untuk mengurus berbagai keperluan administrasi maupun konsultasi kepegawaian.
Melalui platform tersebut, sejumlah aplikasi yang sebelumnya berdiri sendiri kini digabungkan dalam satu portal. Beberapa di antaranya meliputi SIMPEG sebagai pusat data ASN, SIAGA untuk pengelolaan kehadiran pegawai, serta Sinergi yang digunakan dalam pencatatan kinerja ASN yang terhubung dengan pemberian Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).
Selain itu, tersedia pula SILAHKAN atau Sistem Layanan Kepegawaian yang menjadi pintu utama berbagai layanan administrasi ASN. Jika sebelumnya hanya menyediakan tiga jenis layanan, kini jumlahnya berkembang menjadi 17 layanan.
“Kalau sebelumnya hanya ada tiga layanan seperti kenaikan pangkat, penyantuman gelar, dan kenaikan jabatan fungsional, sekarang sudah ada 17 layanan yang bisa diakses melalui sistem ini, termasuk cuti, pensiun, perceraian, dan layanan kepegawaian lainnya,” jelasnya.
Salah satu fitur terbaru yang dihadirkan dalam SIMANTRA adalah Intelligent ASN, sebuah layanan berbasis Artificial Intelligence (AI) yang memungkinkan ASN memperoleh informasi dan konsultasi kepegawaian secara otomatis sesuai regulasi yang berlaku.
Fitur tersebut dinilai akan sangat membantu ASN yang berada di wilayah terpencil maupun kepulauan karena seluruh proses konsultasi dapat dilakukan secara daring tanpa harus bertemu petugas secara langsung.
“ASN yang berada di kepulauan misalnya, tidak perlu lagi datang ke kantor hanya untuk berkonsultasi. Cukup berinteraksi dengan Intelligent ASN, mereka bisa mendapatkan jawaban yang sesuai regulasi dan data pribadinya. Semua berbasis AI,” katanya.
Dalam penerapannya, ASN dapat mengakses data pribadi sekaligus mengajukan berbagai layanan melalui sistem tersebut.
Sementara pengelolaan data dilakukan secara berjenjang mulai dari admin kepegawaian, admin perangkat daerah, pimpinan OPD hingga administrator utama di BKPSDM.
Saat ini SIMANTRA telah diperkenalkan kepada seluruh ASN dan organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemkab Sumenep. Pemerintah daerah menargetkan sistem tersebut mulai digunakan secara penuh pada 29 Juni 2026, bersamaan dengan pemindahan seluruh layanan kepegawaian ke dalam platform tersebut.
“Per hari ini kita perkenalkan, dan efektif digunakan mulai 29 Juni. Setelah itu seluruh layanan kepegawaian akan beralih ke SIMANTRA,” lanjutnya.
Sementara itu, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan bahwa transformasi digital dalam tata kelola aparatur menjadi kebutuhan penting di tengah meningkatnya tuntutan pelayanan publik, terlebih bagi daerah dengan karakter wilayah daratan dan kepulauan seperti Sumenep.
Ia menambahkan, penguatan sistem informasi harus berjalan beriringan dengan penerapan manajemen talenta ASN agar penempatan aparatur dapat dilakukan sesuai kompetensi dan capaian kinerja masing-masing.
“Dengan dukungan sistem informasi yang terintegrasi, saya yakin kita dapat mewujudkan birokrasi yang lebih profesional, melayani, dan berorientasi pada hasil,” tukasnya.***