SUMENEP, MaduraPost - Kelangkaan Pertalite yang terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, dalam beberapa hari terakhir mulai berdampak pada aktivitas masyarakat.
Warga mengeluhkan sulitnya memperoleh bahan bakar bersubsidi tersebut sehingga memicu antrean panjang di SPBU yang masih memiliki stok.
Situasi itu terlihat di beberapa titik, terutama di kawasan Pamolokan. Kendaraan roda dua hingga roda empat tampak berbaris menunggu giliran mengisi bahan bakar.
Banyak pengendara memilih tetap mengantre karena harga Pertamax dianggap kurang terjangkau untuk penggunaan harian.
Salah seorang warga Sumenep, Sulaiman, mengatakan dirinya harus berkeliling mencari SPBU yang masih menyediakan Pertalite setelah beberapa lokasi yang biasa ia datangi kehabisan stok.
"Kalau beli Pertamax berat di kantong. Sementara Pertalite di beberapa SPBU kosong. Yang masih ada hanya di Pamolokan, akhirnya semua kendaraan menumpuk di sana," ujarnya kepada jurnalis MaduraPost, Rabu (24/6).
Menurutnya, kondisi tersebut cukup menyulitkan masyarakat yang setiap hari bergantung pada kendaraan untuk bekerja maupun menjalankan usaha. Ia berharap pasokan Pertalite segera tersedia kembali di seluruh SPBU agar antrean tidak semakin panjang.
Keluhan serupa juga datang dari sejumlah warga lainnya. Mereka mengaku harus menghabiskan waktu lebih lama hanya untuk mendapatkan bahan bakar, sehingga aktivitas sehari-hari menjadi terganggu.
Menanggapi persoalan tersebut, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menjelaskan, bahwa antrean yang terjadi kemungkinan dipicu keterlambatan distribusi BBM ke sejumlah SPBU.
"Misalnya hari ini ada antrean di beberapa pom bensin, berarti ada beberapa keterlambatan yang berkaitan dengan pengiriman bahan bakar," kata Bupati Fauzi.
Ia meminta masyarakat tidak terburu-buru melakukan pembelian secara berlebihan dan tetap bersikap tenang sembari menunggu proses distribusi kembali berjalan normal.
Bupati Fauzi juga mengimbau warga untuk menunda perjalanan yang tidak terlalu penting guna mengurangi kepadatan di SPBU selama pasokan belum sepenuhnya stabil.
"Saya rasa kalau tidak penting, menurut saya masyarakat jangan keluar dulu," ujarnya.
Lebih lanjut, ia menilai persoalan distribusi energi yang tengah terjadi merupakan tantangan yang tidak hanya dirasakan daerah tertentu, melainkan berkaitan dengan situasi yang lebih luas.
Karena itu, pemerintah terus berupaya mencari jalan keluar agar pelayanan kebutuhan energi masyarakat tetap terjaga.
"Kita tahu bersama, hari ini situasi bukan hanya di Indonesia. Problem-problem hari ini, siapa pun pemimpinnya pasti mencari solusi agar tidak terjadi sesuatu yang belum pernah terjadi. Mari kita doakan bersama," tuturnya.
Meski demikian, Bupati Fauzi optimistis kondisi tersebut tidak akan berlangsung lama. Ia berharap distribusi BBM ke wilayah Sumenep kembali lancar dalam waktu dekat sehingga pasokan di SPBU dapat terpenuhi secara merata.
"Mungkin saja sehari dua hari ini ada keterlambatan dalam pengiriman bahan bakar ke SPBU. Mudah-mudahan ke depannya lebih bagus," pungkasnya.
Hingga Rabu siang, antrean kendaraan masih terlihat di sejumlah SPBU yang masih memiliki stok Pertalite.
Masyarakat berharap Pertamina segera menormalkan distribusi agar kebutuhan bahan bakar di Kabupaten Sumenep kembali terpenuhi tanpa hambatan.***