"Misalnya hari ini ada antrean di beberapa pom bensin, berarti ada beberapa keterlambatan yang berkaitan dengan pengiriman bahan bakar," kata Bupati Fauzi.
Ia meminta masyarakat tidak terburu-buru melakukan pembelian secara berlebihan dan tetap bersikap tenang sembari menunggu proses distribusi kembali berjalan normal.
Bupati Fauzi juga mengimbau warga untuk menunda perjalanan yang tidak terlalu penting guna mengurangi kepadatan di SPBU selama pasokan belum sepenuhnya stabil.
"Saya rasa kalau tidak penting, menurut saya masyarakat jangan keluar dulu," ujarnya.
Lebih lanjut, ia menilai persoalan distribusi energi yang tengah terjadi merupakan tantangan yang tidak hanya dirasakan daerah tertentu, melainkan berkaitan dengan situasi yang lebih luas.
Karena itu, pemerintah terus berupaya mencari jalan keluar agar pelayanan kebutuhan energi masyarakat tetap terjaga.
"Kita tahu bersama, hari ini situasi bukan hanya di Indonesia. Problem-problem hari ini, siapa pun pemimpinnya pasti mencari solusi agar tidak terjadi sesuatu yang belum pernah terjadi. Mari kita doakan bersama," tuturnya.
Meski demikian, Bupati Fauzi optimistis kondisi tersebut tidak akan berlangsung lama. Ia berharap distribusi BBM ke wilayah Sumenep kembali lancar dalam waktu dekat sehingga pasokan di SPBU dapat terpenuhi secara merata.
"Mungkin saja sehari dua hari ini ada keterlambatan dalam pengiriman bahan bakar ke SPBU. Mudah-mudahan ke depannya lebih bagus," pungkasnya.