Meski demikian, besarnya anggaran yang dialokasikan untuk kebutuhan pulsa dan paket data memunculkan pertanyaan publik.

Kepala Dinkes P2KB Sumenep, drg. Ellya Fardasah, belum berkomentar hingga berita ini diterbitkan.

Beberapa hal yang akan dikonfirmasi media ini meliputi dasar perhitungan kebutuhan paket data hingga menembus Rp1,299 miliar, jumlah TPK yang akan menerima fasilitas tersebut, nominal pulsa yang diterima masing-masing anggota setiap bulan, serta urgensi penggunaan paket data dalam kegiatan pendampingan stunting.

Namun sampai berita ini dipublikasikan, drg. Ellya Fardasyah belum memberikan jawaban atas pertanyaan yang diajukan.

Sebelumnya, Pemkab Sumenep memberi atensi tinggi dalam penanganan masalah kesehatan khususnya stunting.

Terbukti, Dinkes P2KB Sumenep mengalokasikan anggaran pengadaan susu formula sebesar Rp569,9 juta untuk intervensi penanganan stunting.

Anggaran ratusan juta tersebut bersumber dari APBD dengan menyasar balita dan ibu hamil. Rinnciannya meliputi Rp448.847.925 untuk susu balita dan Rp121.098.780 untuk susu ibu hamil. Keduanya tercatat masih dalam proses penyelesaian pengadaan.

Kepala Dinkes P2KB Sumenep, drg. Ellya Fardasyah mengatakan, anggaran tersebut merupakan intervensi penanganan stunting dan persoalan gizi di Kabupaten Sumenep.

“Kegiatan tersebut untuk penanganan balita dan ibu hamil bermasalah dengan asupan gizi,” ujar Ellya singkat, Sabtu 30 Mei 2026 lalu.