SUMENEP, MaduraPost - Sumenep" class="inline-tag-link">DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengecam keras Festival Jaran Serek yang digelar Pemkab melalui Disbudporapar setempat.
Pasalnya, ada penyimpangan makna dari diselenggarakannya Festival Jaran Serek tersebut. Di mana, kegiatan yang bertujuan untuk melestarikan kesenian lokal, dan menambah daya tarik Kabupaten Sumenep di mata wisatawan ini ternyata tuai kontroversi.
"Jangan ada penyesatan dan pembodohan terhadap masyarakat terkait otentikasi kebudayaan dan tidak boleh ada distorsi historical culture," kata Ketua Komisi IV Sumenep" class="inline-tag-link">DPRD Sumenep, Akis Jasuli, dalam keterangannya, Minggu (19/5).
Politisi muda Partai NasDem Sumenep menilai, penggunaan istilah dalam materi promosi Festival Jaran Serek tidak mencerminkan makna asli dari tradisi tersebut.
"Hal ini yang dapat menyesatkan masyarakat tentang otentikasi kebudayaan. Penggunaan istilah dalam materi promosi acara Festival Jaran Serek disebut-sebut tidak mencerminkan makna asli dari tradisi itu,” kata Akis menegaskan.