SUMENEP, MaduraPost - Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep, Madura, Jawa Timur, terus memperkuat tata kelola data pelayanan kesehatan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan sekaligus menjaga keselamatan pasien.

Langkah ini dilakukan di tengah tuntutan masyarakat terhadap pelayanan medis yang semakin cepat, akurat, dan minim risiko kesalahan.

Penguatan tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pelatihan Validasi Data. Program ini dirancang untuk memperkuat sistem pengendalian mutu layanan kesehatan serta mengantisipasi potensi kesalahan medis yang dapat muncul akibat ketidakakuratan data.

Direktur RSUDMA Sumenep, dr. Erliyati menegaskan, bahwa kualitas layanan rumah sakit saat ini tidak hanya diukur dari kecepatan penanganan pasien, tetapi juga dari ketepatan data yang digunakan dalam setiap proses pengambilan keputusan medis.

Rumah sakit modern tidak lagi hanya bertumpu pada kecepatan layanan, tetapi harus berdiri di atas ketepatan data sebagai dasar setiap keputusan klinis,” ujar Erliyati, Rabu (17/6).

Menurutnya, proses validasi mutu merupakan komponen penting dalam sistem pengawasan rumah sakit untuk memastikan seluruh pelayanan berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.

Pengawasan tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari prosedur medis, penggunaan peralatan kesehatan, mekanisme pelayanan, hingga hasil layanan yang diterima pasien.

Ia menambahkan, validasi dilakukan secara berkesinambungan melalui tahapan pengukuran, evaluasi, dan pembuktian guna memastikan mutu pelayanan tetap terjaga dan aman bagi masyarakat.

“Tanpa validasi yang kuat, risiko kesalahan medis, infeksi rumah sakit, hingga kejadian tidak diharapkan bisa meningkat dan berdampak langsung pada keselamatan pasien,” katanya.

Dalam pelatihan tersebut, sejumlah titik krusial dalam pelayanan menjadi fokus pembahasan, seperti proses registrasi pasien, pelayanan rawat inap, tindakan pembedahan, hingga tata kelola pemberian obat yang membutuhkan pengawasan ketat.

Selain itu, rumah sakit juga memberikan perhatian khusus terhadap validasi alat kesehatan agar seluruh perangkat medis tetap bekerja optimal melalui kalibrasi dan pengujian yang dilakukan secara berkala.

Tidak hanya itu, validasi rekam medis dan dokumentasi pelayanan turut diperkuat sebagai dasar penyusunan laporan indikator mutu rumah sakit yang akurat.

Aspek keselamatan pasien juga menjadi prioritas, terutama terkait identifikasi pasien, pencegahan infeksi di lingkungan rumah sakit, serta pengawasan penggunaan obat-obatan berisiko tinggi.

“Seluruh proses validasi dilakukan secara sistematis mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, analisis data, hingga tindak lanjut perbaikan terhadap setiap ketidaksesuaian yang ditemukan dalam pelayanan,” pungkasnya.***