Dalam pelatihan tersebut, sejumlah titik krusial dalam pelayanan menjadi fokus pembahasan, seperti proses registrasi pasien, pelayanan rawat inap, tindakan pembedahan, hingga tata kelola pemberian obat yang membutuhkan pengawasan ketat.
Selain itu, rumah sakit juga memberikan perhatian khusus terhadap validasi alat kesehatan agar seluruh perangkat medis tetap bekerja optimal melalui kalibrasi dan pengujian yang dilakukan secara berkala.
Tidak hanya itu, validasi rekam medis dan dokumentasi pelayanan turut diperkuat sebagai dasar penyusunan laporan indikator mutu rumah sakit yang akurat.
Aspek keselamatan pasien juga menjadi prioritas, terutama terkait identifikasi pasien, pencegahan infeksi di lingkungan rumah sakit, serta pengawasan penggunaan obat-obatan berisiko tinggi.
“Seluruh proses validasi dilakukan secara sistematis mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, analisis data, hingga tindak lanjut perbaikan terhadap setiap ketidaksesuaian yang ditemukan dalam pelayanan,” pungkasnya.***