Saat itu, pelaku menyuruh korban membaca ayat suci, lalu mengoleskan minyak ke organ vital korban, meraba tubuh korban, bahkan melakukan tindakan cabul di bawah ancaman mistis.

Investigasi MaduraPost menemukan bahwa praktik pengobatan supranatural semacam ini bukan hal baru di wilayah Pamekasan, khususnya di desa-desa pelosok.

Tak sedikit warga yang lebih mempercayakan gangguan psikis atau penyakit misterius kepada dukun dibanding tenaga medis profesional.

Di sisi lain, pengawasan dan edukasi masyarakat tentang bahaya pelecehan berkedok spiritual masih sangat minim.