Setelah resmi terpilih, Utsman bin Affan memulai masa kepemimpinannya sebagai Khalifah ketiga dengan memegang prinsip-prinsip keadilan dan kesejahteraan umat.

Di bawah kepemimpinannya, kekhalifahan Islam mencapai ekspansi yang lebih luas, termasuk penaklukan wilayah Persia, Afrika Utara, dan pulau-pulau di Mediterania.

Utsman juga dikenang sebagai sosok yang menyusun kembali Mushaf Al-Qur'an ke dalam satu versi yang resmi, yang kemudian disebarkan ke berbagai wilayah kekhalifahan untuk memastikan keseragaman bacaan dan menjaga kemurnian teks Al-Qur’an.

Namun, di balik masa-masa kejayaan itu, akhir kepemimpinan Utsman diwarnai oleh pergolakan politik dan ketidakpuasan sebagian kelompok, yang berpuncak pada pemberontakan.