JEMBER, MaduraPost - "Saya sudah tua, Mungkin sebentar lagi saya dipanggil oleh Allah SWT, " Sepenggal kalimat yang disampaikan RKH Muhammad Mudatstsir Badaruddin dihadapan santrinya yang membuat air mata jatuh berlinang.
Kalimat itu disampaikan RKH Muhammad Mudatstsir Badruddin seusai acara 100 Hari mengenang wafatnya Alm KH Taufik Hasyim dan Almh Nyai Hj Amirah Mawaddah Sofi di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Kaliglagah, Sumberbaru, Jember. Ahad (21/09/25).
Meski dalam kondisi kesehatan yang kurang baik, RKH Muhammad Mudatstsir Badruddin masih meluangkan waktu untuk memberikan nasihat kepada beberapa alumni dan santri yang datang dari Madura untuk mendoakan Alm KH. Taufik Hasyim dan Almh Nyai Hj Amirah Mawaddah Sofi.
Dalam kesempatan tersebut, RKH Muhammad Mudatstsir Badruddin yang juga sebagai Wakil Rois Syuriah PBNU menyampaikan pesan penting tentang kondisi ahir zaman dan banyaknya fitnah yang akan menjauhkan manusia dari Allah SWT.
"Sekarang orang berlomba lomba mengejar jabatan, ada yang ingin jadi kepala desa, anggota DPR, setelah mendapat jabatan kemudian korupsi, banyak terjadi yang seperti itu, bukan hanya orang biasa, termasuk banyak putranya kyai yang pakai baju tahanan KPK," Kata Beliau RKH Muhammad Mudatstsir Badaruddin.