Namun, perdebatan dan musyawarah akhirnya mengerucut pada Utsman bin Affan, yang dipandang lebih netral di tengah perbedaan faksi-faksi yang ada, serta dikenal dengan sifatnya yang lembut dan dermawan.

Keputusan ini didukung oleh mayoritas umat, dan akhirnya Abdurrahman bin Auf mengumumkan Utsman bin Affan sebagai khalifah yang baru.

Abdurrahman mengangkat tangan Utsman dan melakukan bai’at, diikuti oleh sahabat-sahabat lain dan masyarakat Madinah.

Bahkan, Ali bin Abi Thalib, yang juga calon kuat, turut memberikan bai’at dan dukungannya kepada Utsman.

Khalifah Utsman bin Affan: Awal Kepemimpinan