Akan tetapi, upaya meyakinkan pembeli itu urung, sebab saat Haji Her memberi contoh dengan menginjak jualannya, barang tersebut justru pecah dan retak.
Merasa tidak percaya diri atas kejadian tersebut, Ghufron pun mundur ke belakang meski Haji Her meminta pertolongan untuk kembali memberi keyakinan para guru.
Dari itu, Ghufron mengatakan, karier kesuksesan Haji Her saat ini tidak lepas dari aral rintangan dari sebuah perjalanan pahit.
Di antaranya, bagaimana bisa bertahan hidup di tengah tanggung jawab jadi tulang punggung keluarga, sebab ayah Haji Her, kata Ghufron, meninggal dunia saat masih duduk di bangku SMP.
"Makanya sejak kuliah, Haji Her biaya sendiri tanpa membebani orang tua. Ia ulet, bakat bisnisnya memang muncul sejak masih remaja, meski kuliahnya terkadang bisa dibilang sukses tidak sukses," ujarnya.