Saat itu, Ghufron kuliah di UTM Bangkalan. Sedangkan Haji Her kuliah di Unmuh Malang, meski belum menyelesaikan tugas akhir skripsi dan memilih fokus berbisnis.
"Kisah menarik jualan alat-alat dapur ini sering disampaikan Haji Her sebagai motivasi, bahwa kesuksesan seseorang tidak lepas dari sebuah perjalanan pahit," kata Ghufron dikutip dari Channel Youtube Faiz Slamet.
Ceritanya, suatu ketika Ghufron dan Haji Her masuk ke lembaga sekolah dan mengumpulkan para guru di SMA 1 Bangkalan untuk mempromosikan barang jualannya yang dijamin tahan banting dan anti pecah.
"Saat mempromosikan, Haji Her dengan lantang memberi jaminan jika bisnis jualannya (alat-alat dapur) adalah bahan impor, yang tahan banting dan tidak mudah pecah," cerita pria yang akrab dipanggil Bos Pepeng.