PAMEKASAN, MaduraPost - Pemkab Pamekasan, Jawa Timur, merilis jika pemohon program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tahun 2024 cukup membeludak bila di bandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
Jumlahnya untuk sementara data yang masuk tersebut tembus diangka 10 ribu pemohon lebih. Sementara data yang sudah diverifikasi sekitar 2 ribu pemohon. Sehingga masih ada 8 ribu pemohon yang belum diverifikasi.
"Padahal penerima program RTLH di tahun 2023 dan 2022 sangat jauh signifikan. Di tahun 2023, hanya 230 penerima. Sementara di tahun 2022, 1 ribu lebih penerima," kata Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Pemkab Pamekasan, Muharram.
Lebih lanjut dia bertanya kenapa data tersebut tidak sama dan sangat jauh drastis. Karena anggaran yang dirancang pemerintah dalam setiap tahun tidak sama.
"Bisa saja anggarannya besar, bisa saja memang anggarannya tidak mencukupi," ungkapnya.