Saat itu, Tolak Widarsono bersama perangkat desa lainnya dibantu warga tengah memerlukan bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite untuk kebutuhan kerja bakti tersebut.
Kemudian, dia bersama perangkat desa lain berikut warga setempat langsung membeli BBM pertalite di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berlokasi di Desa Paberasan, Kecamatan Kota, Sumenep.
Di mana, saat itu dia mengangkut sebuah jeriken. Dari sini persoalan awal dimulai. Tolak Widarsono mengungkapkan, awalnya ada seorang kawan dengan sengaja memotret dirinya menggunakan handphone genggam dan mengunggahnya ke media sosial.
Unggahan foto pertama dirinya membeli BBM Pertalite sebenarnya tidak terjadi persoalan, sebab unggahan foto Tolak Widarsono yang dipotret oleh seorang kawan itu menjelaskan bahwa dirinya sangat giat pada pelaksanaan gotong royong tersebut.