SAMPANG, MaduraPost - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jatim Corruption Wacht (JCW) Kabupaten Sampang, Madura Jawa Timur mengungkap sejumlah kejanggalan pengelolaan dan managemen di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) setempat.
Sejumlah kejanggalan tersebut seperti konflik internal KONI, tidak transparannya pengelolaan anggaran, pengalokasian dana hibah kepada cabor dilakukan sepihak dan tidak adanya Grand Designe.
Ketua JCW Sampang H Moh Tohir mengatakan, ketika ditanya hal tersebut banyak alasan, terlebih terkait minimnya dana atas kegagalan mencapai target bahkan terpuruk di rangking terbawah pada event Porprov ke VII tahun 2022 merupakan upaya mengkambinghitamkan Pemerintah.
"Besaran Anggaran itu kan diusulkan melalui Disporabudpar kepada Tim Anggaran Eksekutif sebelum masuk ke Panitia Anggaran DPRD, bahkan Bupati ikut langsung pembahasan tersebut, Sehingga secara tidak langsung ketika mengkambing hitamkan Anggaran sama saja dengan menyalahkan Pemerintah," kata H Tohir, Kamis (07/07/2022).
Tidak hanya itu, kata H Tohir seharusnya Ketua Ketua KONI mengakui kegagalan dan berupaya memperbaikinya, bukan menyalahkan Pemerintah sebab informasi yang diperoleh saat kontestasi pencalonan H Abdul Wasik didukung oleh Bupati.