"Pada waktu pelaksanaan KONI tidak menganggarkan ekstravooding (Suplemen) kepada Atlet sehingga wajar jika Atlet setengah hati dan tidak mempunyai mental berjuang," tegasnya.
Terkait pola pengelolaan Anggaran Pembinaan, menurut H Tohir basis Pembinaan itu ada di Cabor karena bersinggungan langsung dengan Atlet yang bersangkutan jadi seharusnya KONI memperioritaskan Anggaran itu kepada Cabor.
"Saya mengingatkan Porprov Jatim itu merupakan GAWE nya KONI bukan Cabor jadi jangan terlalu dibebankan kepada Cabor apalagi banyak dana Cabor di pangkas," ungkapnya.
Pihaknya berharap ada Audit yang dilakukan Tim Aditor Eksternal seperti Inspektorat Daerah tidak hanya Auditor Internal.