Pada peristiwa panas itu datanglah saudara ipar DG yang bernama SH (50) dan melerai pertikaian mereka berdua. SH langsung merampas parang milik AS.

Parang milik AS kemudian dibawa SH ke rumahnya untuk disimpan agar kejadian tersebut tidak berlanjut kembali.

"Tidak lama kemudian juga datang AM (35) tetangga DG, untuk membantu dirinya yang sudah dalam keadaan lemas," kata Widiarti menjelaskan.

DG kemudian dibawa ke Puskesmas Arjasa oleh AM untuk dilakukan penangan medis. Sementara SH mencoba menenangkan AS yang masih tersulut emosi.

"Selanjutnya A melaporkan kejadian ini kepada Polsek Kangean," kata Widiarti menerangkan.