Sehingga kata mereka dalam aksinya, total 100% dari setiap pemberian bantuan kepada masyarakat terdampak tersebut, 30% diperuntukan untuk Pendidikan dengan memberikan biasiswa full kepada Mahasiswa jurusan perminyakan serta kata mereka dalam pemberian DBH Migas untuk masyarakat dapat dinaikan 10% dari total sebelumnya.

Menurut Basri (Korlap aksi) dalam orasinya menyampaikan, bahwa aksinya itu berangkat dari kegelisahan masyarakat yang pada umumnya berkaitan dengan persoalan Garam di Madura yang pembahasannya tidak ada ujungnya, yang pasti hal itu kami menilai sebagai polemik yang tidak akan usai. Karena Garam Madura itu sebut dia, adalah merupakan mata pencarian ekonomi masyarakat sebagai penyambung hidup.

"Maka regulasinya itu tentu harus berpihak kepada masyarakat. Akan tetapi ternyata Pemerintah belum juga bisa mendorong kepastian yang jelas, belum lagi soal harga yang dominannya juga tak tentu berpihak kepada petani garam," katanya.

Bahkan pihaknya menilai, kalau penyerapan garam lokal khususnya di wilayah Madura hingga saat ini belum sesuai dengan harapan petani garam. Pemerintah mestinya hadir sebagai komponen sebut dia, yang bisa membantu masyarakat agar keadialan sosial bagi seluruh rakyat indonesia terjamin betul.