"Tugas kita hari ini mempersiapkan untuk tahun 2025 menuju Indonesi emas. Ini tidak akan tercapai apabila pemuda hari ini sebagai penerus para leluhur tidak mempertahankan dan mengelola kekayaan sumber daya alam yang ada," ujarnya.
Aying mencontohkan, saat ini kekayaan bumi di Sumenep tengah dikelola oleh kontraktor dan investor luar. Dalam kacamatanya, para pemuda di Sumenep seolah sangat sulit mengontrol kebijakan dan keberlangsungan pengelolaan sumber daya bumi yang ada di Sumenep.
"Di Sumenep ini adalah salah satu Kabupaten yang mempunyai sumber daya alam yang melimpah, baik dari sektor pertanian, perikanan maupun kandungan bumi seperti minyak dan gas," urainya.
Sebab itu, tugas pemuda hari ini tidak hanya dalam persoalan bagaimana menjadi warga negara yang baik, akan tetapi bisa menajaga kebermanfaatan dan persiapan skill dan kematangan diri sejak sajak ini.