"Saya melihat masih sangat minim pemuda memikirkan hal ini. Lebih banyak teman-teman pemuda saat ini dominan tampil di publik dan domestik, hingga melupakan para leluhur kita yang dulu sebagai pejuang pangan di Sumenep. Maka paradigma itu perlu ditingkatkan bersama-sama, sehingga lahan-lahan di Sumenep tidak lagi dikuasi oleh pemodal asing, dan bisa dikelola sesuai fungsinya," tandasnya.