Sedikitnya proyek pendidikan di Kabupaten Pamekasan yang bersumber dari DAK 2021 sebanyak 30 lembaga sekolah yang mendapatkan proyek tersebut. Rincian anggarannya bervariasi, mulai dari Rp 200 juta, Rp 300 juta, dan Rp 400 juta.

Belakangan Dinas Pendidikan dan Kebudayan (Disdikbud) Pamekasan didemo sejumlah aktivis mahasiswa soal dugaan permainan fee proyek tersebut. Namun dengan gagahnya instansi di bawah pimpinan Akhmad Zaini mengaku tidak mendapatinya, bahkan ia meminta bukti.

Kasus yang diduga berjalan secara terstruktur ini sulit diungkap, bahkan bukti yang diminta Disdikbud tersebut sulit didapatkan. Sebab berbicara persoalan fee ibarat kasus politik uang, yakni kasusnya ada tapi sulit diungkap dan dibuktikan.