"Sehingga memantik dugaan, bahwa DPRD Pamekasan mandul dalam mendengar dan menyampaikan aspirasi rakyat. Kemana 45 anggota dewan itu, yang rata-rata mantan Aktivis, kenapa mereka diam, kenapa mereka tiarap," teriak Abdus Marhaen Salam dalam orasinya.

Sementara Zaini Wer Wer saat setelah menyerah dana koin, piala dan piagam tersebut mengatakan kalau pihaknya sangat geram dan kecewa. Kemudian ia mengatakan, kalau Bupati Pamekasan saat ini sedang mengalami kegalauan hebat, benar-benar sudah tuli dan sudah buta mata hatinya.

"Ingat, TPP itu sudah menjadi hak mutlak para Abdi Negara, jangan di hapus, kita tekankan agar segera di cairkan, mari pikirkan anak dan keluarga mereka, kami nilai ini bukanlah kebijakan, tapi ini kepicikan Bupati yang hebat," ujarnya.

Sementara itu, di hadapan demonstran Bambang Edy dengan terbata-bata mengatakan, kalau dirinya tidak tahu menahu tersebut.

"Soal kebijakan beliau saya tidak tahu ya, saya hanya di perintahkan untuk menemui saudara-saudar," katanya singkat.