Karena telah sukses menghipnotis dan memperdaya masyarakat Pamekasan dengan gaya dan aksi selfie serta pencitraannya yang khas diberbagai kesempatan bahkan diberbagai media elektronik, baik cetak maupun online.
Sebelum itu, saat aksinya tersebut tak kunjung ditemui Bupati Pamekasan dan hanya ditemui oleh Bambang Edy yang mengatakan tidak tahu apa-apa, Rahem Gempar yang merupakan orator pada aksi tersebut mengatakan, kalau pemandangan atau situasi seperti itu hanya menambah deretan potret buruk dari kepemimpinan Baddrut Tamam sebagai Bupati Pamekasan.
"Sebab, seharusnya siapapun yang diintruksikan oleh Bupati menemui kami, seharusnya sudah memahami isi dan point pokok Kebijakan Bupati yang masyarakat anggap sudah menyesatkan dan menyengsarakan itu. Ini kan lucu, masak kami ditemui Pak Bambang Edy yang mengatakan tidak tahu apa-apa, dan kami hanya kasihan serta khawatir sampean (Bambang Edy) hanya dijadikan korban," ujar Rahem.
Kemudian salah satu orator yang lain mengatakan, kalau terkait kebijakan Penghapusan TPP ASN itu, kini menjadi sejarah memilukan bagi kerangka tubuh kepemerintahan Kabupaten Pamekasan, pasalnya dari 45 anggota dewan tidak satupun yang berani angkat bicara.