Pihaknya berharap agar pemerintah tidak melakukan impor garam seharusnya bagaimana pemerintah memanfaatkan garam.

“Jangan selalu diterima alasan-alasan mafia impor,” tandasnya.

Sementara itu, Moh Syarif rektor Universitas Trunojoyo Madura (UTM) sebagai kampus dan sentral pendidikan di Madura mengungkapkan bahwa pihaknya selain melakukan penyikapan juga memberikan solusi terhadap garam yang ada di Madura.

Menurut orang nomor satu di UTM itu, bahwa pihaknya sudah beberapa kali melakukan kegiatan lab serta penemuan alat yang hingga saat ini masih di Skiip terlebih dahulu dikarenakan hak patennya belum keluar.