"Ini musibah tidak hanya untuk Yayasan Anidhomiyah, tapi musibah kita bersama," kata Baddrut dalam keterangannya kepada wartawan.

Ke lokasi, orang nomor satu di Jawa Timur itu didampingi Kapolda Jawa Timur Irjen Polisi Nico Afinta, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, Kapolres Pamekasan AKBP Apip Ginanjar, Dandim 0826 Pamekasan Letkol Inf Tejo Baskoro, dan Bupati Pamekasan Baddrut Tamam.

Sebelumnya, lima seorang santri putri di Ponpes Anidhomiyah di Desa Bindang, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, meninggal tertimpa bangunan akibat diterjang longsor.

Kelima santri tersebut di antaranya, Robiatul Natwiyah (14) warga Sampang, Santi (14) warga Jember, Nabila (13) warga Sumenep, Nor Aziziah (13) warga Jember, Sitti Qomariah (17) warga Jember. Sementara satu santri lain Nurul Qomariah (15) mengalami patah tulang.