Selain itu, ditempat terpisah, Zaini Wer Wer yang juga merupakan Korlap aksi menegaskan, aksi tersebut merupakan bentuk solidaritas dari lintas LSM yang menuntut agar kasus yang ramai tiga bulan lalu segera diungkap.

“Tiga bulan lebih Kasus pemalsuan tandatangan di Pamekasan" class="inline-tag-link">kantor DPRD Pamekasan hilang tanpa jejak, dan interpelasi Mobil Sigap yang saat ini sudah ditangani Kejari Pamekasan,” tegasnya.

Kemudian Abdus Marhaen Salam yang juga salah satu orator pada aksi tersebut merasa kurang puas karena pihak-pihak yang ia maksud tidak menemui.

"Akan tetapi saya berkomitmen akan mengawal persoalan tersebut sampai tuntas," kata Ketua dari FAMAS tersebut.

Sementara itu, di depan demonstran, anggota BK DPRD Pamekasan Hamdi menyampaikan, kalau persoalan pemalsuan tanda tangan itu sudah final, tinggal akan diumumkan di paripurna.