SAMPANG, MaduraPost - Puluhan Masyarakat Sampang yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Sampang Menggungat (GMSP) melakukan aksi demontrasi ke Kantor Sampang" class="inline-tag-link">Bupati Sampang. Kamis, (23/06/2022).

Dalam orasinya mereka meminta Sampang" class="inline-tag-link">Bupati Sampang mencabut surat keputusan Bupati nomor 188.45/272/KEP/434.013/2021 tentang pelaksanaan pemilihan kepala desa seretak pada tahun 2025.

Hal itu karena kebijakan Bupati menunda Pilkades hingga tahun 2025 dianggap telah menciderai demokrasi dan upaya bupati menciptakan politik oligarki.

Salah satu korlap aksi, Marzali mengatakan bahwa pihaknya meminta Sampang" class="inline-tag-link">Bupati Sampang untuk bisa menggelar Pilkades pada tahun 2022 atau 2023.

"Apabila Sampang" class="inline-tag-link">Bupati Sampang tidak dapat melaksanakan Pilkades tahun 2022 atau 2023, kami Gerakan Masyarakat Sampang Menggugat akan terus merongrong Sampang" class="inline-tag-link">Bupati Sampang dan akan diangkat di tingkat Nasional nanti," Kata Marzali dalam orasinya.