SUMENEP, MaduraPost - Air mata pecah di tengah pemakaman Herman (24), pria yang diduga menjadi pelaku pembegalan inisial EF salah satu warga Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Selasa, 14 Maret 2022.
Herman dikebumikan di Desa Ellak Laok, Kecamatan Lenteng, oleh pihak keluarga. Di lokasi pemakaman, histeris keluarga tak terbendung.
Di tanah kelahiran tempat Herman berpulang, ada sahabatnya bernama inisial R. Di lokasi pemakaman ia pun ikut mendampingi keluarga sahabatnya itu.
Usai dikebumikan, R diwawancara oleh sejumlah pewarta. Dia mengatakan, kematian Herman sungguh tidak wajar. Dia menjelaskan, oknum Kepolisian Resor (Polres) Sumenep tidak memiliki Hak Asasi Kemanusiaan (HAM).
"Mengapa harus ditembak seperti binatang, kenapa tidak ditembak bagian kaki saja. Herman ini dibunuh, bukan dilumpuhkan," kata R pada sejumlah media di lokasi pemakaman Herman, Senin (14/3) siang.