Lebih lanjut Abdul menuturkan, pihaknya akan membeli itu semua asalkan tidak ada pemaksaan seperti itu, toh membeli di toko Sekdes Taroan itu, sebut dia, juga hanya mendapatkan beras seberat 45 kg dengan harga Rp. 495.000.00,-.
"Sementara telor di toko Sekdes itu 3 kg diharga Rp. 71.500.00,-, 1/4 kacang tanah Rp.6500.00,-, 0.5 kg beras jagung Rp. 13.000. 00,- dan kentang 1 kg diharga Rp. 15.000.00,-. Jadi jika ditotal menurut harga versi mereka mas totalnya 600rb. Ini mas barangnya yang dapatkan dari sana, ini saya belum apa-apakan mas," lanjutnya.
Nah, kalau beli sendiri di toko lain pungkas dia, uang tunai sebesar Rp. 600.000.00,- dari bantuan itu bisa mendapatkan sembako jauh lebih banyak dari yang didapat dari agen tersebut.
"Lagian kita saat ini tidak membutuhkan beras itu mas, karena masyarakat Taroan kini sudah mulai panin padi mas, saat ini kita butuh uang untuk dibelanjakan daging dan pemenuhan gizi lainya, berasnya juga bukan yang premium mas, yang biasa lebih bagus hasil giling sendiri," tegasnya.