Pria asal Kampung Arab Sumenep itu mengaku, pihaknya sudah terlanjur membeli kambing dalam jumlah lumayan banyak untuk dijual kembali. Namun, akibat PPKM hampir tak ada pembeli yang datang menawar dagangannya tersebut.

"Gatau lah, jadi pusing ini," keluhnya.

Sementara itu, wakil sekretaris Satgas Covid-19 Kabupaten Sumenep, Abd. Rahman Riyadi, tidak menampik jika penerapan PPKM bak pisau bermata dua, disatu sisi bertujuan menekan penyebaran virus, namun disisi lain juga menghambat aktivitas perekonomian masyarakat.

Kata dia, pemerintah sudah memikirkan hal itu. Dimana, baik masyarakat maupun pelaku usaha yang terdampak Covid-19 dan terdampak penerapan PPKM akan dilakukan pendataan.

"Dinas Sosial sekarang akan mendata terhadap mereka yang terdampak dari penerapan kebijakan pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten, melalui Imendagri maupun surat keputusan Bupati dalam bentuk bantuan sosial," kata dia, saat dikonfirmasi di kantornya.