Pemerintah Desa Bojong bersama dengan MUI Desa Bojong dan Persatuan Asatid Karangtengah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, telah melakukan pembinaan terhadap DJ dan beberapa pengikutnya.
Kepala Desa Bojong Uyeng Handoko mengaku belum bisa memastikan apakah semedi ke hutan tersebut merupakan salah satu ritual atau bukan. "Untuk sementara memang ada penyimpangan dari ajaran Islam. Kalau sesat atau tidaknya belum bisa dipastikan," tutur Uyeng seperti dilansir Detik.com. Jum'at (21/05/2021).
Seorang warga Kampung Ciroyom yang enggan disebutkan namanya, menjelaskan bahwa penduduk setempat mulai curiga aktivitas menyimpang kelompok 'rambut merah' sejak Ramadhan. "Kalau sesat atau enggaknya, tidak tahu pasti. Tapi saat Ramadhan beda saja, orang lain puasa, mereka makan dan merokok," ujarnya.