PAMEKASAN, MaduraPost - Sebelumnya percepatan pembangunan yang seringkali di gembor gemborkan oleh Pamekasan" class="inline-tag-link">Bupati Pamekasan Baddrut Tamam cukup memikat perhatian sejumlah masyarakat di Pamekasan, Namun semuanya menjadi hambar disaat tidak adanya relevansi antara pernyataan dengan sikap atau kabijakan yang di sajikan oleh bupati.

Hambarnya kepercayaan masyarakat Pamekasan terhadap bupati salah satunya berawal dari perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pamekasan yang hingga saat ini belum ada kejelasan.

Menanggapi hal tersebut, ketua Aliansi Pemuda Peduli Rakyat (Alpart) Sauqi mengatakan, belum finalnya perubahan APBD di Pamekasan tersebut sebagai bukti gagalnya kepemimpinan Baddrut Tamam sebagai Bupati.

"Melihat fakta yang ada, yang terjadi bukan percepatan pembangunan seperti yang sering dikatakan oleh bupati , tapi malah 180 derajat terjungkil balik, Nah disitulah permasalahannya menurut kami dan kami meyakini pasti ada sesuatu yang menjadi penyebab terjadinya molor ini, dan diakui atau tidak ini adalah bagian dari bentuk kegagalan maupun kelemahan dari bupati yang sekarang," katanya, minggu (25/04/2021).

Dan pihaknya pun menilai Bupati yang seringkali dipanggil mas Tamam itu dianggap tidak konsisten dengan perkataannya sendiri, bahkan cenderung terlena dengan ketidak konsistenannya tersebut.