"Bicaranya Pamekasan Hebat, tapi ngomong saja kok tidak konsisten, jadi saya hawatir Pamekasan" class="inline-tag-link">bupati Pamekasan ini salah baca buku sehingga mempengaruhi pola fikirnya," tegas sauqi.
Sauqi pun manilai molornya perubahan APBD 2021 di pemekasan ini diduga ada interfensi kepentingan pribadi bupati, sehingga hal yang tidak sepatutnya terjadi harus terjadi.
"APBD 2021 ini sudah selesai dibahas di dewan pada Desember 2020 kemaren, jadi tidak selesainya perubahan APBD 2021 sampai sekerang ini bagi saya sangat mencurigakan dan cukup memalukan, karena terlalu molor bahkan jauh lebih molor dari tahun sebelumnya. Selaku warga negara yang baik saya hanya menyarankan dan sedikit memberikan pengetahuan agar di jadikan pegangan oleh Pamekasan" class="inline-tag-link">bupati Pamekasan bahwa kepentingan rakyat itu diatas segala galanya, jadi harus didahulukan dari pada kepentingan yang sifatnya pribadi," Tutupnya