PT Garam (Persero) Kalianget Sudah Berhenti Tidak Menyerap Garam Rakyat
Sejak tahun 2019 akhir, PT Garam (Persero) Kalianget hanya menyerap garam rakyat sekitar 70 ton. Manager Coorporate Communication PT Garam (Persero) Kalianget, Miftahol Arifin membenarkan, jika sejak beberapa tahun terakhir penjualan garam memang sudah dihentikan.
Hingga saat ini, untuk menyerap hasil garam rakyat belum bisa dilakukan. Menurutnya, saat ini stok garam yang ada masih berjumlah sekitar 150 ribu ton.
"2021 belum, mungkin dipertengahan tahun. Ini kita berbica stok garam rakyat ya, bukan garam milik PT Garam sendiri. Kalau untuk garam perusahaan sendiri, kita ada yang free sekitar 150 ribu ton," ungkapnya.
Apabila penyimpanan garam tidak standard, katanya, tentu akan mengancam terhadap kualitas, alias harga garam akan anjlok. Meski begitu, hal demikian tentu akan menjadi beban bagi petani garam dengan adanya impor yang cukup tinggi.