Menumpuknya garam nampak terlihat di Desa Pinggirpapas, Kecamatan Kalianget, yang merupakan salah satu pusat pegaraman di Kabupaten berjuluk Kota Keris ini.

Respon Petani Garam Asal Sumenep

Muhammad Maun (40), salah seorang petambak garam desa setempat mengaku ibah dengan adanya impor garam. Dia pun juga merasa terkejut. Pasalnya, hingga saat ini sebanyak 80 ribu ton garam masih belum terserap.

Dia bercerita, hingga saat ini penanganan seperti komoditi pangan, belum ada yang menangani serius. Dalam permasalahan ini, secara teknis dalam industri, katanya, ada permainan harga garam yang dikembangkan oleh Dinas Perindustrian cdan Perdagangan (Diperindag) Sumenep.