"Itu pun masih dibagi hasil. Masuk ke perusahaan maksimal 10 ton, minimal nya 8 ton setengah. Seharusnya perusahaan garam itu yang diharapkan harganya bisa mensejahterakan rakyat, sekarang sudah tidak," ujarnya.

"Hasil garam setelah melalui proses industri yang bagus itu adalah hasil garam petani kita. Artinya, itu sudah memenuhi syarat, karena dikelola selain bahannya bagus, bukan hasil garam yang di tambak," tambahnya.

Seharusnya, lanjut dia, harga garam tidak hanya berkutat di angka 750 ribu ke bawah. Selain menjaga kebutuhan hidup yang ikut naik, harga harga diharapkan tidak terus alami penurunan.

"Sedangkan penghasilan kita itu anjlok sekali. Sehingga petani garam ini merasa kesulitan," tegasnya.